“YADEIN”
(Bahasa
Sebutir..
Yang tlah hilang,
Yang tak mungkin lekang..
Dalam hati sang perawan..
Mempertanyakan..
Dirinya yang
Terampas hilang
Belahan jiwa
Di masa silam…
Bukan mempertanyakan hatinya,
Kehormatannya…
Namun nafasnya,
Hidupnya….
Yang dikekang,
Tak ingin pulang…
Dan Bukanlah mempertanyakan hatinya,
Kehormatannya…
Namun nafasnya,
Hidupnya…
Bersama jiwa
Dan kenangan..
Madura, 20 juli 2008

Tidak ada komentar:
Posting Komentar