Ika Noviyanti
072144022/ Sastra Indonesia
CREATIVE ADVERTISING: “RAHASIA DAPUR” PENCIPTAAN IKLAN

Judul buku : Creative Advertising
Penulis : Sigit Santosa
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : Oktober 2009
Tebal : x + 202 halaman
Iklan yang merupakan produk dari bidang periklanan, atau biasa disebut advertising adalah sebuah sarana promosi produk, baik barang atau jasa oleh produsen ke konsumen. Seiring dengan perkembangan zaman, iklan muncul dan dilakukan pada berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Pembedaan jenis media ini biasa disebut dengan nama Below the line dan Above the line.
Yang termasuk dalam media lini atas (above the line) antara lain Koran, majalah, TV, radio, billboard, dan bioskop (hal. 18). Sedangkan, yang termasuk BTL (below the line/ media lini bawah) adalah kalender, POP (point of purchase), direct mail, pameran, dan event (hal. 18).
Beracuan pada iklan sebagai sarana promosi produk tertentu, iklan dapat dianggap sebagai sebuah bentuk komunikasi massa , karena dalam iklan yang disampaikan oleh produsen ke konsumen yang melalui media (channel) itu berisikan pesan tertentu layaknya dalam sebuah komunikasi biasa.
Iklan melalui proses perancangan dan pembuatan yang dapat dikatakan tidak mudah, bahkan cukup rumit. Dalam proses pembuatan iklan, tepatnya sebelum iklan itu dirancang, perlu adanya beberapa hal yang diketahui dan dilakukan oleh agensi iklan tersebut, seperti penjelasan produk dan pengumpulan data. Penjelasan produk biasanya dilakukan oleh klien (produsen) kepada pihak agensi iklan yang akan membuatkan iklan produknya. Sementara pengumpulan data, selain termasuk ke dalam penjelasan produk oleh produsen kepada agensi, juga merupakan upaya agensi untuk melakukan obeservasi berkenaan dengan tempat pemasaran, produk/ jasa dan perusahaannya, serta sasaran konsumen yang dituju. Setelah itu, barulah agensi dapat menentukan iklan apa dan bagaimana yang cocok untuk promosi produk tersebut.
Secara umum gambaran proses penciptaan sebuah iklan adalah menentukan segmentasi pasar, mengetahui motivasi pembelian, menciptakan pesan yang efektif, memilih media yang tepat, dan mengevaluasi setiap langkah yang diambil. Tentu saja hal ini dapat dilakukan setelah pengarahan singkat (briefing) dari klien. Setelah semua informasi didapatkan, langkah selanjutnya adalah menentukan posisi produk, perencanaan pesan, dan perencanaan media (hal. 21).
Buku Creative Advertising ini memberikan pengetahuan yang cukup detail mengenai iklan dan penciptaannya. Creative Advertising tak hanya menyingkap iklan dari perspektif luarnya saja, seperti mengenai pengertian, jenis-jenis, dan media-media iklan, tetapi juga dari perspektif dalam, yaitu mengenai proses pembuatan iklan, menyiapkan dan membuat iklan cetak serta televisi, hingga menghitung anggaran iklan.
Penggunaan teknik urai ‘perspektif dalam’ dalam buku ini dapat dikatakan sebagai upaya pengungkapan “rahasia dapur” penciptaan periklanan bagi khalayak yang masih awam terhadap iklan, tujuan iklan, fungsi iklan, terlebih anggaran pembuatan dan perancangan iklan itu sendiri.
Inilah salah satu nilai lebih buku ini dibandingkan dengan buku-buku serupa, karya Rendra Widyatama yang berjudul Pengantar Periklanan misalnya, yang hanya menjelaskan mengenai dasar-dasar iklan, seperti pengertian, tujuan, media, dan jenis-jenis iklan.
Bahasa yang digunakan oleh Sigit Santosa untuk mengungkapkan “rahasia dapur“ penciptaan periklanan, mulai dari proses pembuatan iklan hingga penghitungan anggaran iklan dalam buku Creative Advertising ini pun terkesan santai dan mudah dipahami, khususnya oleh orang yang masih awam dalam dunia periklanan atau advertising.
Buku ini layak untuk dikoleksi dan dibaca, karena merupakan sebuah referensi yang komprehensif, baik bagi masyarakat awam, mahasiswa, pelajar, maupun distributor dan praktisi periklanan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar